Catatan

Memaknai Tahun Baru

Jumat, 02 Jan 2009 23:27:31 dikirim oleh admin

Tahun 1429 H dan tahun 2008 M telah berakhir dan berganti tahun baru 1430 H dan 2009 M. Berbeda dengan pergantian tahun lalu dimana pergantian  tahun baru Masehi lebih awal beberapa hari dibandingkan dengan tahun Hijriyah. Dimana  tahun baru masehi 2008 lalu, dirayakan dengan penuh gegap gempita, pesta pora di mana-mana, kembang api menandai tenggelamnya tahun 2007 terbitlah mentari di ufuk timur menandai datangnya tahun baru 2008.

Kini umat Islam menyambut tahun baru 1430H, lebih awal dari tahun Masehi. Mengingat hakikat tahun baru hijrah, adalah tahun baru buat umat Islam, kita bangga karena sebagai umat terbaik dan menjadi suri tauladan yang baik kepada orang lain, mempunyai cara dan sikap yang menjunjung tinggi ajaran wahyu dalam menyambut datangnya tahun baru hijrah, sehingga di pergantian tahun ini bisa merayakannya dengan tidak meninggalkan nilai-nilai pendidikan agama Islam.

Rasulullah SAW sabdakan: " Barangsiapa yang
berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram,
maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah ta`ala menjadikan kaffarat / tertutup dosanya selama 50 tahun.

Mungkinkah umat Islam mampu memperkasai kembali penggunaan tahun baru hijrah. Jawabannya ada pada tindakan dan kesungguhan kita dalam merealisasikannya. Jika dalam pemakaian tahun pun susah kita berhijrah maka mungkinkah kita mampu hijrah dari sistem jahiliah kepada sistem Islam.

Marilah kita berhijrah dari jahiliah kepada Islam, kufur kepada iman, lemah kepada kuat, sesat kepada kebenaran, kegelapan kepada cahaya, dosa kepada pahala, mundur kepada maju. Bahwa jika kita ingin mengembalikan ruh hijrah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat sehingga Islam mampu merajai dunia maka kita harus kembali kepada Islam dalam secara "kaffah" atau totalitas dalam semua aspek
kehidupan. Sebagaimana kita ketahui bersama hijrah Nabi Muhammad shallalahu `alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah telah membawa perubahan besar terhadap peradaban umat manusia, perubahan dari zaman jahiliah menuju peradaban madaniah di bawah naungan cahaya Illahi dengan kata lain Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam melakukan perubahan yang paling fundamental dalam kehidupan, dari kehidupan yang tidak memiliki peradaban ke arah kehidupan yang penuh rahmat ampunan dan kasih sayang.

Mudah-mudahan di tahun yang baru ini kita bisa meneladani Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam yang selalu memberikan inspirasi penting untuk membangun sebuah peradaban baru di masa yang akan datang, dari mulai membangun peradaban Islam dari tataran induvidual menuju tataran sosial yang lebih baik.

Salam
_____________________
PendidianKita.Com Team



Catatan Lainnya